Minggu, 17 Mei 2026

Barang Ekspor Ditolak Negara Tujuan? Ini Prosedur Re-Impor ke Indonesia!

 Sobat Karantina, apa yang harus dilakukan jika media pembawa (hewan, ikan, atau tumbuhan) yang dikirim ke luar negeri justru ditolak dan harus kembali ke tanah air?

🇮🇩
Berdasarkan aturan terbaru, berikut panduan singkatnya:
1. Siapkan Dokumen Wajib 📝
Pastikan Anda memiliki:
• Sertifikat Kesehatan asli yang diterbitkan saat ekspor.
• Surat Keterangan Penolakan dari otoritas negara tujuan yang mencantumkan alasan penolakan secara jelas.
2. Laporkan Segera! 🚢
Setibanya di tempat pemasukan yang ditetapkan, pemilik wajib segera melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina. Ingat, negara yang menolak juga harus dipastikan bebas dari wabah penyakit (HPHK/HPIK/OPTK).
3. Tahapan Pemeriksaan 🔍
• Cek Dokumen: Jika tidak lengkap, diberikan waktu 3 hari kerja untuk melengkapi. Jika tetap tidak bisa, maka akan dilakukan pemusnahan.
• Cek Kesehatan: Pemeriksaan klinis dan laboratorium dilakukan untuk memastikan kondisi barang.
4. Hasil Akhir (Tindakan Karantina) ✅
• Bebas: Jika sehat, barang langsung bisa masuk.
• Pengasingan/Perlakuan: Jika ditemukan gejala penyakit atau kontaminasi.
• Pemusnahan: Jika barang rusak, busuk, atau berbahaya bagi keamanan pangan.
Khusus untuk satwa atau tumbuhan liar yang dilindungi, Pejabat Karantina akan menyerahterimakannya kepada lembaga konservasi atau penelitian demi kepentingan edukasi.
Mari patuhi aturan karantina demi menjaga kelestarian sumber daya alam kita! 🌿🐾🐟

Prosedur Pemasukan dan Pengeluaran Hewan Organik

Tahukah kamu bahwa perpindahan Hewan Organik (hewan milik instansi pemerintah untuk tugas kedinasan) diatur secara ketat? Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Karantina Indonesia No. 10 Tahun 2024, setiap pergerakan hewan ini wajib melalui tindakan karantina demi mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Berikut adalah alur prosedurnya:
Lapor Daring (Online): Instansi wajib melaporkan rencana paling lambat 2 hari kerja sebelum keberangkatan/kedatangan melalui sistem informasi Karantina.
Lengkapi Dokumen: Pastikan memiliki Sertifikat Kesehatan, Surat Penugasan (kode khusus hewan), serta riwayat kesehatan dan vaksinasi yang lengkap.
Pemeriksaan Ketat: Pejabat Karantina akan melakukan pemeriksaan administratif dan kesehatan. Hewan harus dipastikan sehat dan tidak berasal dari daerah wabah.
Keputusan Karantina: Jika sehat, hewan akan dibebaskan. Namun, jika ditemukan penyakit atau dokumen tidak lengkap dalam batas waktu yang ditentukan, dapat dilakukan penahanan, penolakan, hingga pemusnahan.
Selama bertugas, penanggung jawab wajib menjaga agar hewan tidak kontak dengan hewan rentan lainnya dan melaporkan kondisi kesehatan secara rutin.
Mari bersama-sama menjaga keamanan hayati negeri dengan mengikuti prosedur karantina yang benar! 🇮🇩🐕👮‍♂️

Sabtu, 16 Mei 2026

TELUR AMAN, BISNIS LANCAR: Prosedur Penetapan Tempat Lain untuk Karantina Produk Hewan Segar!]Halo Sobat Karantina! 🥚

 

✨Tahukah kamu kalau telur yang baru masuk atau akan keluar wilayah NKRI harus melalui tindakan karantina demi mencegah penyebaran penyakit hewan berbahaya? Jika fasilitas pemerintah terbatas, kamu bisa mengajukan fasilitas milikmu sendiri sebagai Tempat Lain untuk pelaksanaan tindakan karantina, lho!
Sesuai Perba Karantina Indonesia No. 15 Tahun 2024, berikut langkah-langkahnya:
Permohonan Digital: Sampaikan permohonan secara daring melalui sistem informasi Karantina.
Lengkapi Syarat Administrasi:Identitas (KTP/NPWP/Akta Perusahaan) & Nomor Induk Berusaha (NIB). Bukti kepemilikan lahan/bangunan (Sertifikat/Surat Sewa Notaris). Penting: Untuk produk hewan seperti telur, wajib memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari dinas provinsi setempat. Dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL/SPPL) dan denah lokasi.
Penuhi Syarat Teknis: Lokasi harus lolos analisis risiko, memiliki fasilitas biosekuriti yang memadai, tersedia tempat pemeriksaan, serta sistem pengolahan limbah yang baik.
Penetapan akan diberikan oleh Kepala Badan setelah dilakukan kajian teknis terhadap ketersediaan sumber daya dan volume media pembawa.
Yuk, jadi bagian dari garda perlindungan sumber daya hayati Indonesia! 🇮🇩

Prosedur Tempat Lain untuk Telur


Barang Ekspor Ditolak Negara Tujuan? Ini Prosedur Re-Impor ke Indonesia!


Sobat Karantina, apa yang harus dilakukan jika media pembawa (hewan, ikan, atau tumbuhan) yang dikirim ke luar negeri justru ditolak dan harus kembali ke tanah air? 🇮🇩
Berdasarkan aturan terbaru, berikut panduan singkatnya:
1. Siapkan Dokumen Wajib 📝
Pastikan Anda memiliki:
• Sertifikat Kesehatan asli yang diterbitkan saat ekspor.
• Surat Keterangan Penolakan dari otoritas negara tujuan yang mencantumkan alasan penolakan secara jelas.
2. Laporkan Segera! 🚢
Setibanya di tempat pemasukan yang ditetapkan, pemilik wajib segera melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina. Ingat, negara yang menolak juga harus dipastikan bebas dari wabah penyakit (HPHK/HPIK/OPTK).
3. Tahapan Pemeriksaan 🔍
• Cek Dokumen: Jika tidak lengkap, diberikan waktu 3 hari kerja untuk melengkapi. Jika tetap tidak bisa, maka akan dilakukan pemusnahan.
• Cek Kesehatan: Pemeriksaan klinis dan laboratorium dilakukan untuk memastikan kondisi barang.
4. Hasil Akhir (Tindakan Karantina) ✅
• Bebas: Jika sehat, barang langsung bisa masuk.
• Pengasingan/Perlakuan: Jika ditemukan gejala penyakit atau kontaminasi.
• Pemusnahan: Jika barang rusak, busuk, atau berbahaya bagi keamanan pangan.
Khusus untuk satwa atau tumbuhan liar yang dilindungi, Pejabat Karantina akan menyerahterimakannya kepada lembaga konservasi atau penelitian demi kepentingan edukasi.
Mari patuhi aturan karantina demi menjaga kelestarian sumber daya alam kita! 🌿🐾🐟

Jumat, 15 Mei 2026

Mau Kirim Hewan Kurban Antar Wilayah? Pastikan Aman & Sehat Melalui Karantina! 🐂🐑


Tahukah kamu? Setiap hewan kurban (ruminansia besar) yang dilalulintaskan antar area di Indonesia wajib melalui prosedur karantina sesuai SK Deputi Bidang Karantina Hewan No. 17 Tahun 2026.
Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), LSD, Antraks, dan Brucellosis.
Apa saja prosedurnya?
Pemeriksaan Administrasi: Memastikan kelengkapan dokumen pendukung.
Kesesuaian Dokumen: Verifikasi jenis dan jumlah hewan kurban.
Pemeriksaan Kesehatan: Hewan diperiksa fisik secara klinis untuk memastikan bebas HPHK (Hama dan Penyakit Hewan Karantina).
Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, hewan akan mendapatkan Sertifikat Pelepasan (KH-1) sebagai tanda aman untuk diberangkatkan.
Yuk, jadi pemilik hewan kurban yang bertanggung jawab! Laporkan karantina sebelum melalulintaskan ternak demi menjaga kesehatan ternak nasional.

Prosedur Pemasukan dan Pengeluaran Hewan Organik


Tahukah kamu bahwa perpindahan Hewan Organik (hewan milik instansi pemerintah untuk tugas kedinasan) diatur secara ketat? Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Karantina Indonesia No. 10 Tahun 2024, setiap pergerakan hewan ini wajib melalui tindakan karantina demi mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Berikut adalah alur prosedurnya:
Lapor Daring (Online): Instansi wajib melaporkan rencana paling lambat 2 hari kerja sebelum keberangkatan/kedatangan melalui sistem informasi Karantina.
Lengkapi Dokumen: Pastikan memiliki Sertifikat Kesehatan, Surat Penugasan (kode khusus hewan), serta riwayat kesehatan dan vaksinasi yang lengkap.
Pemeriksaan Ketat: Pejabat Karantina akan melakukan pemeriksaan administratif dan kesehatan. Hewan harus dipastikan sehat dan tidak berasal dari daerah wabah.
Keputusan Karantina: Jika sehat, hewan akan dibebaskan. Namun, jika ditemukan penyakit atau dokumen tidak lengkap dalam batas waktu yang ditentukan, dapat dilakukan penahanan, penolakan, hingga pemusnahan.
Selama bertugas, penanggung jawab wajib menjaga agar hewan tidak kontak dengan hewan rentan lainnya dan melaporkan kondisi kesehatan secara rutin.
Mari bersama-sama menjaga keamanan hayati negeri dengan mengikuti prosedur karantina yang benar! 🇮🇩🐕👮‍♂️